bae sonde bae ..... yang penting beta menulis dan bercerita

Kamis, 15 Januari 2015

Perbedaan Daging Se'i dan Daging Bakar



Hampir di setiap sudut jalan di Kota Kupang kita sering menjumpai Rumah Makan Babi yang selalu setia menyajikan salah satu pilihan menu special yakni “Se’i Babi”.
Kata Se’i berasal dari bahasa Rote, yaitu daging yang diiris tipis memanjang. Umumnya daging Se’i dibuat dari daging babi atau daging sapi. Hal ini disebabkan kedua daging tersebut mudah di dapat.
Namun kadang kala penyedia/konsumen salah kaprah dalam menyebut dan tidak dapat membedakan antara daging se’i dan daging bakar akibat ketidaktahuan penyedia/konsumen. Kadangkala konsumen memesan daging se’i namun yang disajikan adalah daging bakar.
Untuk diketahui bahwa daging se’i adalah daging yang mempunyai ciri khas yang tersendiri, karena  daging diolah secara tradisional dengan dipotong memanjang dengan 2-3 cm lebarnya, lalu diolah dengan pemberian garam dan sedikit rempah rempah/bumbu sesuai dengan ciri khas penjualnya dan dilanjutkan dengan pengasapan dengan menggunakan kayu kosambi (Schleichera oleosa) karena pada kayu dan daun kosambi mengandung “serpente” yang membuat daging menjadi empuk dan berwarna kemerahan.
Daging se’i di asapkan di atas tungku pembakaran yang tingginya ± 1 – 1½ meter dengan menggunakan bara api (bukan api yang menyala). Apabila menggunakan api yang menyala, maka disebut dengan daging bakar, sehingga warnanya merah agak kehitaman seperti hangus.
Itulah sekilas perbedaan antara daging se’i dan daging bakar yang perlu anda ketahui, agar anda sebagai konsumen tidak diperdaya oleh penyedia dan anda tidak salah memesan kepada penyedia.
©johnberek99.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar