bae sonde bae ..... yang penting beta menulis dan bercerita

Senin, 28 November 2016

ADVENTUS DAN SIMBOL PERTOBATAN



Hari Minggu, 27 Nopember 2016, setelah selesai mengikuti perayaan ekaristi kudus pada misa ke-2 di gereja Katedral Kristus Raja Kupang, di halaman katedral tepatnya di bawah pohon akasia, seorang bocah menghampiriku dan bertanya demikian, mengapa hari ini warna stola dan kasula yang dipakai imam, begitu juga prodiakon, lektor/lektris, dan misdinar berwarna ungu, bukan berwarna hijau seperti hari-hari minggu sebelumnya.

Lalu saya menjawab pertanyaan bocah tersebut dengan singkat, demikian :
Hari ini kita umat kristiani memasuki masa adven (latin : adventus) artinya kedatangan. Namun dalam gereja Katolik lebih dikenal dengan masa penantian. Penantian akan kedatangan sang juru selamat kita yakni Tuhan kita Yesus Kristus. Sehingga stola dan kasula yang dipakai berwarna ungu.
Warna ungu mempunyai 4 makna : kebijaksanaan,  keseimbangan, sikap berhati-hati dan mawas diri. Itulah sebabnya warna ungu dipilih untuk masa Adven dan Prapaskah, sebab pada masa itu semua orang Kristiani diundang untuk bertobat, berkurban, mawas diri, dan mempersiapkan diri bagi perayaan agung Natal ataupun Paskah.

Mungkin saat ini anda sedang duduk di kursi yang gelisah, melewatkan waktu dalam keresahan, menanti seseorang yang tak kunjung tiba, atau dering kerinduan dari seberang, atau mendungnya langit yang  tak mendatangkan hujan.
Menanti adalah melewatkan waktu dalam detak kegelisahan, suatu pekerjaan berat kadang membosankan, karena jarum jam terasa begitu lambat berpindah angka.
Bila kita menunggu seseorang, berarti ada kerinduan atas orang tersebut. Dalam kerinduan kita selalu berharap dan mempersiapkan diri untuk menerimanya.
Demikian juga dengan Kerajaan Allah. Untuk itu, mempersiapkan diri merupakan  sebuah kesempatan berahmat yang seharusnya dimanfaatkan dengan bijaksana. Kalau masa ini dilewatkan begitu saja, kita akan menyesal nanti. Disini yang penting bukan kapan Kerajaan Allah itu datang, tapi apa yang mestinya kita lakukan untuk menantikan Kerajaan Allah.

Sejauh mana kita mempersiapkan diri menerima kedatangan Kerajaan Allah yang dipenuhi dengan kebaikan, kedamaian dan sukacita?
Apakah kita ingin seperti lima gadis cantik nan bodoh yang lupa menyiapkan pelita saat mempelai tiba?  Bisa dibayangkan bagaimana rasanya bila anda sudah sampai di bandara dan bergegas untuk check in namun ketinggalan tiket di rumah. Semuanya akan kacau-balau. Betapa ruginya kita kalau sudah diberi waktu untuk bersiap-siap tetapi hasilnya justru nihil.
Untuk itu berjaga-jagalah.....

Selamat memasuki minggu-minggu Adven, dan selamat berefleksi. Semoga!

©johnberek99.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar