bae sonde bae ..... yang penting beta menulis dan bercerita

Selasa, 12 Juli 2016

19 TAHUN PERKAWINAN



Di hari ini, di tanggal ini, di bulan ini, 19 tahun yang lalu, sebuah biduk dilepas untuk mengarungi lautan yang amat luas untuk mencapai suatu pulau yang penuh dengan kebahagiaan. Biduk yang dinakhodai oleh sepasang anak manusia keturunan Adam dan Hawa, sepasang anak manusia yang berjanji dan bersumpah untuk membawa biduk tersebut sampai ke tempat tujuan nan indah dengan selamat.

Sembilan belas tahun biduk tersebut telah berlayar, namun belum jua sampai pada pulau impian. Dalam pelayaran tersebut biduk tersebut kadang terombang-ambing dipermainkan  arus dan gelombang yang ganas, diterpa badai dan topan yang dasyat, namun sepasang nakhoda tetap tabah dan saling bekerjasama untuk membawa biduk tersebut terus berlayar, mendayung menghadapi rintangan dan cobaan yang menerpa.

Selama sekian waktu berlayar, kini dalam biduk tersebut telah bertambah dua orang anak buah kapal (ABK) yang senantiasa menghibur, bercengkrama, membantu sepasang nakhoda tersebut. Dalam perjalanan, kedua ABK tersebut telah diajarkan bagaimana cara bertahan dan selalu optimis dalam mengarungi lautan yang luas dengan segala tantangan, kedua ABK tersebut telah diajarkan bagaimana mengenal tanda-tanda akan terjadi bencana dan selalu berpegang pada sang bintang yang maha terang sebagai penunjuk arah jalan sehingga tidak mudah tersesat. Mereka juga telah diajarkan untuk selalu menghormati dan menyayangi satu sama lain, antara kakak dan adik, antara anak dan orang tua. Mereka juga telah diajarkan untuk menjadi elang bukan menjadi ayam.


Di hari ini, di tanggal ini, di bulan ini genap sudah 19 tahun biduk berlayar dan akan terus berlayar menuju pulau impian yang didambakan. Kini kedua nakhoda tersebut sudah mulai termakan usia, namun semangat mencapai pulau impian tersebut tetap membara. Mereka tidak takut karena cinta yang tumbuh seiring menuanya tubuh, tidak akan berubah walau kesusahan pernah membuat mereka pilu.*****)
©johnberek99.blogspot.com

KULI PEMERINTAH



Pagi ini aktivitas kendaraan di jalan raya mulai ramai kembali setelah seminggu senyap. Jalan yang biasa lengang kini nampak sembrawut. saling melambung/nyelip, terobos traffic light sudah menjadi pemandangan umum.

Pagi ini juga para “kuli pemerintah”  berpacu dengan waktu dan kendaraan lain untuk datang lebih awal di awal hari kerja setelah “tidur kerja” seminggu. nampak para “kuli pemerintah” bergegas dan saling merebut mesin perekam kehadiran bodoh yang selalu setia menanti uluran jari-jari halus dan jari-jari kasar para “kuli pemerintah” karena takut asap dapurnya  keluar senin kamis. Nampak “mandor pemerintah” dari “perusahan pemerintah” atas perintah peraturan yang bertugas mengawasi para “kuli pemerintah” berebut mesin tersebut. Hal ini menarik perhatian seorang tamu pemerintah yang sedang duduk disudut ruangan ingin bertemu sang bos pemerintah tersenyum lucu melihat keadaan ini.

Setelah “para kuli” pemerintah menghadap mesin bodoh tersebut, mereka turun ke pelataran bawah untuk bersiap-siap mendengar amanat sang bos.
Sang bos, karena sudah bangun dari “tidur kerja” seminggu, sangat bersemangat memberi amanat yang berapi-api bagaikan “pesuruh rakyat” yang ingin menduduki kursi rakyat di gedung yang dibangun oleh rakyat dengan menggunakan uang rakyat pula.

Setelah selesai amanat dari sang bos, rapat dengar pendapat pun selesai, dan masing-masing “kuli pemerintah” membubarkan diri dan masuk ke ruangan masing-masing seperti domba-domba yang masuk ke dalam kandang mereka, selanjutnya ada yang bekerja, bercerita seputar “tidur kerja” ada yang duduk mengantuk karena semalam menonton para jawara eropa saling baku bunuh di lapangan hijau menggunakan si bundar kecil temuan suku Guarani di Paraguay yang kemudian di klaim oleh orang inggris sebagai penemunya.*****)
 ©johnberek99.blogspot.com

Sabtu, 09 Juli 2016

SURGA WISATA PANTAI ETI KO’U



Pantai Eti Ko'u
Bercerita tentang wisata pantai di Nusa Tenggara Timur tak akan pernah habis-habisnya. Provinsi dengan panjang garis pantai mencapai 5.700 km ini menyimpan banyak obyek wisata pantai yang belum di ekspose. Salah satu obyek wisata pantai tersebut adalah Pantai “Eti Ko’u”.
Bila anda mendengar nama pantai ini, mungkin anda akan bertanya, dimana letak pantai ini?, dan saya sangat yakin bahwa anda mungkin belum tahu dan belum sampai ke pantai ini.

Pantai “Eti Ko’u” terletak di Dusun Puru Desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Menurut Franky Amtiran salah seorang masyarakat dusun Puru yang ikut mengelola dan menjaga pantai ini menuturkan bahwa nama “Eti Ko’u” berasal dari bahasa setempat yang berarti meting besar. Mungkin karena ketika air laut surut membentuk daratan yang luas sehingga masyarakat beramai-ramai turun mencari rumput laut dan ikan yang terjebak di karang. Sedangkan nama “Puru” berarti “ singkatan dari “PUlang RUgi” karena apabila anda datang ke Amarasi Selatan namun tidak sampai ke pantai Eti Ko’u, maka anda akan merasa rugi  tidak menikmati keindahan pantai Eti Ko’u. Namun orang lebih mengenalnya dengan nama pantai PuRu.


Untuk dapat sampai di pantai Eti Ko’u, maka anda harus menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan baik mobil atau sepeda motor kurang lebih 33 km dari Kota Kupang atau 8 km dari Baun yang adalah Ibu Kota Kecamatan Amarasi Barat.

Infrastruktur jalan pada umumnya dari Kota Kupang ke Baun baik dan hotmix. Sedangkan dari Baun ke Pantai PuRu yang berjarak kurang lebih 8 KM akan melalui jalan beraspal sepanjang kurang lebih 2 KM sedangkan sisanya jalan pengerasan yang ditimbuni dengan tanah putih.

Namun anda tak perlu kuatir, karena sepanjang jalan mata anda akan selalu dimanjakan dengan pemandangan pohon-pohon yang tumbuh tinggi dan rindang yang diselilingi dengan tanaman petes (lamtoro) yang merupakan pakan ternak andalan dalam penggemukan sapi Bali di Timor.
Di pintu masuk ke lokasi pantai Eti Ko’u, anda harus merogoh saku untuk membayar pass masuk sebesar Rp. 10.000,-/mobil dan Rp. 5.000,-/sepeda motor.
Rasa capek dan penat akan terlupakan seketika anda telah sampai di pantai Eti Ko’u. Pantai dengan air laut yang biru dan bersih terpantul sinar matahari, pantai dengan butiran pasir putih nan halus dan bersih sepanjang bibir pantai, pantai yang menawarkan keindahan, pantai dengan pulau karang yang terdapat di tengah laut mirip “tanah lot” di pulau Bali tempat yang cocok untuk outbond, membuat foto preweeding ataupun berselfi ria.

Disana juga terdapat lopo-lopo kecil berdinding bambu dan beratap daun gewang, dengan membayar Rp. 25.000,- anda sudah dapat menyewa lopo tersebut untuk dapat bersantai menikmati keindahan pantai. Di pantai tersebut tersedia juga kamar mandi untuk membersihkan badan setelah berenang di laut dan untuk berganti pakaian. tempat sampah. Selain itu terdapat tempat sampah di sudut-sudut pantai. Om Frengky Amtiran yang bertugas mengawasi dan pemungut sampah untuk dikumpulkan kemudian dibakar. Penjagaan, penataan, dan keamanan pantai dilakukan oleh swadaya masayarakat dusun PuRu sendiri.


Untuk dapat meningkatkan pendapatan Asli Daerah desa Merbaun perlu perhatian yang serius dari pemerintah desa Merbaun dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dalam menjaga keamanan dan kebersihan serta menambah fasilitas penunjang lainnya seperti ayunan duduk, perosotan di obyek wisata pantai Eti Ko’u.*****)
                                                                                                          
                                                                                                                          ©johnberek99.blogspot.com

Jumat, 17 Juni 2016

MARIA GEONG, SI WANITA PEMBUAT SEJARAH DI NTT





Saya yakin bahwa tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa suatu saat nanti wanita ini akan menjadi orang nomor dua di kabupaten Manggarai Barat dan menjadi wanita NTT pertama yang menduduki kursi Wakil Bupati.

Wanita tersebut adalah dr. Maria Geong, Ph.D. wanita kelahiran Ruteng, 21 Nopember 1957 ini bukan wanita NTT satu-satunya yang maju dalam pilkada di NTT, namun wanita inilah yang sukses meraih jabatan politik tersebut.

Maria Geong sebenarnya adalah seorang seorang ilmuwan dan praktisi peternakan bukan seorang politikus kawakan. Kenapa saya katakan demikian?, masih terbesit dalam ingatan saya, ketika saya masih menjadi staf beliau di Dinas Peternakan Provinsi NTT ± 6 tahun yang lalu, beliau pernah mengatakan kepada saya bahwa beliau ingin menjadi seorang peneliti di bidang kesehatan hewan apabila telah pensiun dari PNS nanti, namun pilihan beliau ke dunia politik pasti punya alasan yang kuat.

“Siapa saja yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka bisa mengubah dunia, berarti mereka adalah orang-orang yang benar-benar mengubah dunia.” Potongan kalimat menyengat itu merupakan kutipan dari iklan mempromosikan slogan produk perusahaan teknologi Apple berjudul "Think Different" yang tayang tahun 1997-an, mungkin tidak terlalu berlebihan bila potongan kalimat tersebut ditujukan kepada Maria Geong.
“Saya merasa sebagai pembuka pintu, entry point bagi perempuan (NTT). demikian yang yang disampaikan oleh beliau ketika diwawancarai oleh awak media pos kupang disela-sela gladi bersih pelantikan sembilan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih di Aula Ben Mboi Kantor Gubernur NTT, Selasa (16/2/2016) siang.

Dari penyataan beliau tersirat makna selama ini budaya yang dianut masyakatan NTT adalah budaya patriarki yakni budaya yang memposisikan kedudukan pria lebih tinggi daripada wanita dalam semua aspek kehidupan sosial, budaya dan ekonomi, oleh sebab itu beliau ingin memberi sinyal kepada kaum perempuan NTT bahwa mereka bisa memposisikan diri sama tinggi dengan kaum pria, dan dialah salah satu contohnya.

Lalu, bagaimana dengan wanita-wanita NTT lainnya?
Apakah anda adalah wanita si pembuat sejarah berikutnya?
Hanya anda dan Tuhan yang tahu jawabannya.....

©johnberek99@blogspot.com