bae sonde bae ..... yang penting beta menulis dan bercerita
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2017

KEKUASAAN ITU NIKMAT



Pernahkah anda mendengar tokoh Romo Mangunwijaya? Mungkin beliau merupakan salah satu tokoh panutan anda.
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr atau yang lebih dikenal dengan Romo Mangun dikenal sebagai seorang rohaniwan, dosen, arsitek, dan sastrawan yang besar karena karya-karyanya, akhirnya memutuskan untuk menjauhi hingar bingar. Ia memilih untuk menyepi di tepian Kali Code, Yogyakarta, untuk membantu mendidik anak-anak warga di Kali Code, Yogjakarta dan Kedung Ombo, Sragen.
Beliau tidak memiliki kekuasaan politik, tidak memiliki massa yang terorganisasi, juga tidak membeli gengsi. Beliau hanya memiliki kata-kata yang secara umum mulia, walaupun beliau tetap tidak luput dari kesalahan. Tutur katanya selalu didengar oleh banyak orang, meskipun barangkali sedikit yang dijalankan.

Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan menyatakan bahwa Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan  tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama.

Dalam pembicaraan tentang kekuasaan, mantan Presiden AS ke-16 Abraham Lincoln pernah berkata bahwa "semua orang tahan dengan kesengsaraan, tetapi apabila ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan". Lincoln menempatkan kekuasaan sebagai ujian, apakah pemegang kekuasaan berkarakter pemimpin sejati atau imitasi.

Mungkin dalil kekuasaan yang selaras dengan dalil Abraham Lincoln, dan merupakan dalil kekuasaan paling terkenal, adalah aksioma Lord Acton, "Kekuasaan cenderung diselewengkan oleh pemegangnya dan kekuasaan mutlak sudah pasti menyeleweng". Nada yang mirip juga oleh Al Ghazali yang menyitir kekuasaan itu memabukkan, pemegangnya baru sadar ketika kekuasaan sudah tidak lagi ada dalam genggaman.

Kekuasaan itu nikmat, sehingga dikejar oleh semua orang. Entah berpangkat tinggi, maupun yang rajin berdoa. Karena nikmatnya itu, maka perlu dibatasi.
Mother Teresa dari Calcutta pernah berkata, “Berhentilah makan sebelum kenyang.” Begitu pula dengan kekuasaan. Jika orang  terlalu lama menjabatnya, rakyat pun akan mengalami kejenuhan.  Seorang penguasa yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir dan pada puncak jayanya, dirinya akan tetap dicintai dan dikenang oleh rakyatnya.
Filsuf Immanuel Kant mengibaratkan bahwa dalam diri seorang politisi ada dua binatang: ular dan merpati (Thompson, 2001). Yang satu simbol kelicikan, yang satu lagi ketulusan. Godaan akan muncul setiap hari apabila seseorang punya jabatan politik atau kewenangan kekuasaan, apakah akan bertahan di posisi merpati atau membiarkan ular mencaploknya.
Sekali lagi, kekuasaan itu nikmat. Oleh sebab itu sebelum memegang kekuasaan, obatilah terlebih dahulu luka psikologis dengan pencerahan budi dan pendewasaan diri. Kalau sudah begitu, maka kekuasaan itu bukan lagi soal nikmat, melainkan sungguh suatu hikmat.

©johnberek99.blogspot.com

Jumat, 16 Desember 2016

KU PETIK HARI INI KARENA KU TANAM KEMARIN



sumber foto : google image
Siang tadi pukul 11.51 wita tiba-tiba masuk sebuah SMS, dan setelah ku buka ternyata SMS notifikasi dari MKIOS yang berbunyi “nomor anda telah diisi dengan SN 61216105149212xxxxx”, setelah saya cek di *888# ternyata pulsa saya bertambah 100.000,- saat itu saya merasa heran bercampur senang; heran karena saya tidak pernah mengisi pulsa 100.000,- senang karena pulsa saya bertambah 100.000,- tanpa harus membayar.
Saya bertanya pada teman-teman dan istri saya, jawaban mereka semua sama yakni mereka tidak pernah mengirim pulsa untuk saya. Tiga jam kemudian pukul 15.32 wita SMS notifikasi yang sama dari MKIOS kembali masuk,  kali ini berbunyi “nomor anda telah diisi dengan SN 61216143234819xxxxx” setelah saya cek di *888# ternyata pulsa saya bertambah 50.000,-
Siapa gerangan yang yang telah berbaik hati mengirimkan pulsa buat saya hari ini? pikirku dalam hati; atau apakah counter MKIOS telah salah mentransfer pulsa yang seharusnya kepada nomor yang lain yang mungkin hampir mirip dengan nomor saya? Kalau memang mereka salah mengirim pulsa ke nomor saya, mengapa mereka tidak menghubungi saya kembali agar saya mengembalikan pulsa ke nomor yang seharusnya menerima.

Namun bukan saya saja yang mendapat pulsa gratis hari ini, ternyata seorang teman saya satu ruangan juga mengalami hal yang sama.
Lalu saya teringat satu kalimat yang berbunyi“ Ku petik hari ini karena ku tanam kemarin
Kebaikan ataupun keburukan yang kita dapatkan saat ini (sekarang) karena kita telah menanamnya kepada orang lain di hari-hari kemarin. Seperti hari ini teman saya dan saya mendapat pulsa gratis. Apakah ini merupakan hasil dari kebaikan yang kita tanam kemarin, saya tidak tahu, tapi saya yakin Tuhan pasti tahu jawabannya.
©johnberek99.blogspot.com

Senin, 28 November 2016

ADVENTUS DAN SIMBOL PERTOBATAN



Hari Minggu, 27 Nopember 2016, setelah selesai mengikuti perayaan ekaristi kudus pada misa ke-2 di gereja Katedral Kristus Raja Kupang, di halaman katedral tepatnya di bawah pohon akasia, seorang bocah menghampiriku dan bertanya demikian, mengapa hari ini warna stola dan kasula yang dipakai imam, begitu juga prodiakon, lektor/lektris, dan misdinar berwarna ungu, bukan berwarna hijau seperti hari-hari minggu sebelumnya.

Lalu saya menjawab pertanyaan bocah tersebut dengan singkat, demikian :
Hari ini kita umat kristiani memasuki masa adven (latin : adventus) artinya kedatangan. Namun dalam gereja Katolik lebih dikenal dengan masa penantian. Penantian akan kedatangan sang juru selamat kita yakni Tuhan kita Yesus Kristus. Sehingga stola dan kasula yang dipakai berwarna ungu.
Warna ungu mempunyai 4 makna : kebijaksanaan,  keseimbangan, sikap berhati-hati dan mawas diri. Itulah sebabnya warna ungu dipilih untuk masa Adven dan Prapaskah, sebab pada masa itu semua orang Kristiani diundang untuk bertobat, berkurban, mawas diri, dan mempersiapkan diri bagi perayaan agung Natal ataupun Paskah.

Mungkin saat ini anda sedang duduk di kursi yang gelisah, melewatkan waktu dalam keresahan, menanti seseorang yang tak kunjung tiba, atau dering kerinduan dari seberang, atau mendungnya langit yang  tak mendatangkan hujan.
Menanti adalah melewatkan waktu dalam detak kegelisahan, suatu pekerjaan berat kadang membosankan, karena jarum jam terasa begitu lambat berpindah angka.
Bila kita menunggu seseorang, berarti ada kerinduan atas orang tersebut. Dalam kerinduan kita selalu berharap dan mempersiapkan diri untuk menerimanya.
Demikian juga dengan Kerajaan Allah. Untuk itu, mempersiapkan diri merupakan  sebuah kesempatan berahmat yang seharusnya dimanfaatkan dengan bijaksana. Kalau masa ini dilewatkan begitu saja, kita akan menyesal nanti. Disini yang penting bukan kapan Kerajaan Allah itu datang, tapi apa yang mestinya kita lakukan untuk menantikan Kerajaan Allah.

Sejauh mana kita mempersiapkan diri menerima kedatangan Kerajaan Allah yang dipenuhi dengan kebaikan, kedamaian dan sukacita?
Apakah kita ingin seperti lima gadis cantik nan bodoh yang lupa menyiapkan pelita saat mempelai tiba?  Bisa dibayangkan bagaimana rasanya bila anda sudah sampai di bandara dan bergegas untuk check in namun ketinggalan tiket di rumah. Semuanya akan kacau-balau. Betapa ruginya kita kalau sudah diberi waktu untuk bersiap-siap tetapi hasilnya justru nihil.
Untuk itu berjaga-jagalah.....

Selamat memasuki minggu-minggu Adven, dan selamat berefleksi. Semoga!

©johnberek99.blogspot.com