bae sonde bae ..... yang penting beta menulis dan bercerita

Selasa, 28 April 2015

Bemo Kupang




Su ko lu datang di kota kupang? Kalo su, pasti lu kaget deng angkutan kota yang kitong sebut “BEMO” (mungkin karena bos/tuan bemo ambil istilah BEcak MOtor agar ko lebe enak didengar).
kalo BEMO di Kota-Kota Besar di Indonesia merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya dong pake sebagai angkutan umum, lain deng BEMO Kupang hanya terdiri dari kendaraan-kendaraan roda empat dari berbagai tipe yang masih terhitung baru, sebut saja jenis Mitsubishi L300 atau TS.
Bemo di era taon 70an (dok.pribadi)

Umumnya bemo di kota-kota besar dikenali deng nama tempat tujuannya, kalo di Kupang cukup deng dia pung nomor lampu sa. Jadi lu jang bingung kalo dong tanya “Nona Mau Nae Bemo Lampu Berapa?”
Setiap Bemo di Kupang  pung nama tersendiri, dan pung nomor jalur yang ditempatkan di bagian atas Bemo deng lampu yang menyala. Sehingga setiap jalur yang dilewati oleh Bemo dikenali deng dia pung lampu sa. 
Bemo di era taon 80an sampe sekarang

Pada malam hari, jalanan utama Kota Kupang dihiasi kerlap-kerlip lampu yang indah deng bunyi musik yang makamiung yang berasal dari Bemo, karena umumnya Bemo-Bemo di Kupang pung sound system yang bagus dan dihiasi deng asesoris lampu seperti lampu diskotik, karena itu Bemo di Kupang dong kasih istilah “Diskotik Bajalan”.
Deng suara musik yang makamiung, bahkan sampai bikin tagoyang kaca di gedung-gedung sekitar, membuat para penumpang di dalam Bemo setengah mati untuk baomong. Namun deng suara seperti ini kermana dia pung cara kalo penumpang mau turun. Lu cukup deng ketok uang logam pada besi pegangan yang ada di dalam Bemo, atau dengan bilang “Kiri Nyong”
Bagian belakang bemo dengan asesorisnya

Bemo Kupang sonde seperti angkot di kota lain yang hanya dibawa sopir. Bemo dilengkapi deng satu orang kondektur yang dalam bahasa kupang dong bilang KONJAK (mungkin karena bos/tuan bemo ambil istilah Kondektur Jakarta agar lebih menarik/keren didengar). Tugas konjak adalah membantu sopir, kasih bersih bemo, batariak panggil penumpang, terima doi, mengatur tempat duduk penumpang sampe kasih naik-kasih turun barang bawaan penumpang. Konjak Bemo sangat sopan dalam melayani penumpang. Jarang Bemo terburu-buru kasih turun penumpang, atau bikin takut penumpang ko segera kejar bemo kalo mau naik (seperti model umum angkot di Kota-kota Besar dong). 
Bagian dalam bemo dengan asesorisnya

Uang bemo menggunakan “Tarif jauh Dekat”, contohnya kalo kitong naik Bemo dan merasa enak lalu sonde turun turun/Pesiar, maka bayar uang bemo tetap sama.
Bemo sering menjadi tempat yang enak bagi anak muda untuk pacaran. Biasanya para ABG pilih lama-lama deng dong pung pacar  pesiar bemo. Pesiar bemo adalah istilah anak muda untuk aktivitas plesiran menumpang bemo (berdua atau beramai-ramai) tanpa tujuan jelas, ikut sa pi mana bemo jalan sambil menikmati suasana nyaman di dalamnya. Pesiar bemo sonde begitu kasih abis doi karena uang bemo jauh dekat sama, pelajar Rp. 1.500.- sedangkan dewasa Rp. 3.000.-
Trayek bemo disebut “lampu” yaitu nomor untuk membedakan rute mana bemo itu lewat. Misalnya bemo lampu 1 lewat Kupang-Kampung solor/LLBK-Oeba-Merdeka-Kuanino-Naikoten I, Oepura – lurus ke Sikumana atau belok ke Tofa-PP. Bemo lampu 2 lewat Kupang-Kuanino-Naikoten I, Oepura – lurus ke Sikumana atau belok ke Tofa-PP, Lampu 3 lewat Kupang, Kampung Solor/LLBK/Oeba-Merdeka-Kuanino-Bakunase-Tabun PP, Lampu 6 melayani rute Kupang-Kampung Solor-Oeba-Oebobo-Oebufu-PP, dan lainnya (catatatan hampir semua trayek bertemu di pusat Kota Kupang). Kalo lu orang baru yang mau pi cukup tanya, “kalo pi tempat ini nae lampu berapa?” Dan lu su bisa bajalan tanpa takut kasasar. Tulisan nomor lampu biasanya ditaro di bagian atas kendaraan dan mudah dibaca. Calon penumpang ju dipermudah deng warna bemo yang disesuaikan deng daerah yang dilayani misalnya bemo yang lewat daerah Kota Baru berwarna biru, yang lewat daerah Oepura berwarna putih dll.
Bemo biasanya muat penumpang batas 14 org: 2 di depan, 7 di belakang kanan dan 5 sebelah kiri. Sonde ada kursi laserep di belakang sopir atau di ujung belakang untuk menghindari talalu batolak-batolak. Kenyamanan penumpang memang cukup menjadi perhatian sopir deng konjak bemo.
Satu lai yang menarik dari menumpang bemo di Kupang adalah perempuan “sonde boleh” duduk di muka. Ini bukan masalah diskriminasi tapi nanti orang bilang yang duduk di kursi depan adalah “apa-apanya” sopir, entah itu majikan, istri, anak atau pacar. supaya penumpang perempuan umumnya bukan apa-apanya sopir, maka lebih baik duduk di belakang dari pada nanti dong bilang macam-macam lai.
--------------------------------------------------------
Su ko                      = sudahkah                           Lu          = anda                                   Jang        = jangan
Deng                       = dengan                               Dong      = mereka                               Pake       = pakai
Sa                           = saja                                     Nona      = panggilan buat wanita kupang      Nae         = Numpang
Makamiung          = menggema/berisik            Bajalan = Berjalan                             Kermana= Bagaimana                     
Sonde                     = tidak                                   Kasih bersih= membersikan              Batariak                = berteriak            
Terima doi= memungut ongkos       Kasih naik-kasih turun       = menaikkan menurunkan                                Bikin= membuat
Ko segera= agar segera                       Lewat                     = melewati/melayani rute                  Pi             = pergi   
Muat      = angkut                                                Talalu                    = terlalu                                                 Batolak = berdesakan       
Lai          = lagi                                      Orang bilang         = anggapan                                           Pung       = punya
Tagoyang= bergetar                            Setengah mati      = sulit
Orang Kupang lebih senang memakai kata perempuan dari pada wanita.

Salam dan doa
dari seorang sahabat
untuk para sahabatnya.
©johnberek99.blogspot.com

Kamis, 09 April 2015

Orang Tua dan Burung Gagak



Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu?"
"Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi
mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soal yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!" Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Gagak lah ayah.......".

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya soal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
"Ayah!!! saya tak tahu ayah paham atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang ayah mau saya katakan???? "Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu ditangannya.
Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan
tertanya-tanya. diperlihatkannya sebuah Diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam Diary itu", pinta si ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut..........

"Hari ini aku di halaman melayani karena anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?". Dan aku menjawab, "burung gagak". Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangnya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu
pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

"Jagalah Hati Kedua Orang Tuamu, Hormatilah Mereka. Sayangilah Mereka Sebagaimana Mereka Menyayangimu Diwaktu Kecil"
Salam dan doa
dari seorang sahabat
untuk para sahabatnya.
©johnberek99.blogspot.com

Rabu, 01 April 2015

Pembasuhan Kaki Dalam Budaya Yahudi dan Romawi



Kamis Putih adalah hari Kamis sebelum Paskah, pada Hari Raya Pekan Suci ini umat Kristen mempunyai tradisi memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja. Ini adalah hari pertama dari hari raya Paskah, yang dimulai pada pukul 6 sore, dan berlangsung 7 hari.
Ritual Perjamuan Malam setelah ini pada setiap misa atau kebaktian diperingati sebagai perayaan Ekaristi atau Perjamuan Kudus. Pada misa malam ini, pastur juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematian-Nya.
Pelayanan Kamis Putih secara tradisional dan menyejarah dapat mengenangkan kita pada peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekati masa-masa kematian-Nya. Peristiwa-peristiwa yang sangat kaya makna dan penting. Ini adalah pengenangan pada perempuan yang meminyaki Yesus dengan parfum dari buli-buli dan mengusapnya dengan rambutnya. Ini juga pengenangan akan perjamuan malam yang dilakukan Yesus, di mana untuk terakhir kalinya Yesus berbagi roti Paskah dengan para murid. Ini adalah tanda dari keteladanan Yesus yang mereka semua pengikutnya menyebutnya "pelayan". dan ini juga pengenangan akan pengkianatan yang dilakukan Petrus dan juga Yudas.
Arti dari Ritual Pembasuhan kaki dapat kita gali dalam budaya Yahudi dan Romawi.
Dalam budaya Romawi, biasanya orang akan mencuci kaki orang tua atau anggota keluarganya yang akan meninggal. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan juga sebagai KENANGAN TERAKHIR bagi mereka yang akan meninggal.
Yang dilakukan Yesus justru terbalik, Ia yang akan pergi meninggalkan murid-muridNya, tetapi justru Yesus yang membasuh kaki para muridNya.
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Kamis_Putih
Salam dan doa
dari seorang sahabat
untuk para sahabatnya.
©johnberek99.blogspot.com